Asbes Dilarang untuk Pembangunan Komersial, Kota Bandung Raih Penghargaan

Written by on 10 February 2020

 

Bandung – Telah memiliki regulasi pelarangan penggunaan asbes bagi bangunan gedung komersial, Pemerintah Kota Bandung beroleh penghargaan.

Penghargaan yang diraih berupa sertifikat pengakuan dalam hal pelarangan penggunaan asbes-terkait sejumlah penyakit- (certificate of recognition asbestos-related deseases) dari Asbestos Safety and Eradiction Agency.

Pelarangan itu tercantum pada Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2018 tentang Bangunan Gedung.

Koordinator kampanye Asbestos Safety and Eradication Agency yang merupakan bagian dari Union Aid Abroad- Australian People for Health, Education and Development Abroad (APHEDA) Philip Hazelton menyebutkan, sudah ada 66 negara yang telah mempunyai, dan menerapkan aturan pelarangan penggunaan asbes.

Kota Bandung merupakan daerah pertama di Indonesia yang memiliki regulasi larangan pengunaan asbes.

“Semoga, langkah Pemkot Bandung menerbitkan aturan tersebut menjadi tahap awal pelarangan penggunaan asbes di seluruh Indonesia,” ucap Philip di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis, 6 Februari 2020 lalu.

World Health Organization, tutur Philip, telah menyatakan berbagai varian asbes berbahaya bagi kesehatan. Partikel dari asbes bisa menimbulkan berbagai penyakit, di antaranya, asbestosis, kanker (paru-paru, ovarium, laring, mesothelioma).

Sepengetahuan Philip, terdapat sekitar 1.000 warga Indonesia yang mengalami sakit dengan gejala mirip penyakit akibat asbes per tahun.

“Lantaran banyak perokok di Indonesia, penyebab utama kemunculan jumlah kasus penyakit tersebut menjadi samar. Akan tetapi, sudah ada enam orang yang terkonfirmasi terkena penyakit asbestosis. Penyakit tersebut bisa timbul akibat partikel berukuran sangat kecil yang masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan secara berkesinambungan dalam kurun waktu lama, sekitar 20 tahun,” tutur Philip.

Perihal pilihan material pengganti asbes, Philip mengatakan, tersedia cukup banyak di pasaran.

Beberapa di antaranya, material berbahan kalsiboard, ardex, logam ringan. Menurut Philip, sejumlah material tersebut berharga relatif murah dengan cara penggunaan praktis, sama seperti asbes.

Philip menyadari, masyarakat berwenang memilih penggunaan material, terutama pada rumah masing-masing.

Pelarangan penggunaan asbes juga tak akan bisa berjalan secara instan. Lantaran demikian, Philip berharap kepada jajaran Pemkot Bandung agar menjalankan upaya guna membangun kesadaran masyarakat akan ancaman bahaya asbes.

“Australia memerlukan waktu sampai 17 tahun untuk mencapai nol penggunaan asbes,” ucap Philip.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga mengatakan, Perda Nomor 14 Tahun 2018 tentang Bangunan memuat daftar persyaratan untuk tiap-tiap pendirian bangunan yang memerukan perizinan. Salah satu di antaranya, tanpa penggunaan material berbahaya, termasuk asbes.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebutkan, terdapat rencana mengadakan seminar, atau lokakarya perihal ancaman bahaya asbes dalam waktu dekat.

Yana mengimbau kepada masyarakat agar mulai mengurangi penggunaan asbes. “Terutama bangunan tempat tinggal di luar kompleks perumahan. Penggunaan material pada kategori tempat tinggal tersebut sulir terpantau,” ucap Yana.

Sumber : pikiran-rakyat


Continue reading

101.1 MGTRADIO Bandung

Hanya Memainkan laGu Terbaik

Current track
TITLE
ARTIST