A+ A A-

Parkir Liar Kota Bandung, Operasi Cabut Pentil Tak Akan Memberi Pengaruh jika Dibiarkan

Rate this item
(0 votes)


Bandung - Titik parkir liar yang tersebar di banyak tempat di Kota Bandung harus menjadi evaluasi Dinas ­Perhubungan Kota Bandung. ­Kemunculan parkir liar, terutama di pusat keramaian, masih menjadi penyebab utama kemacetan di Kota Bandung.

Anggota DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, Ope­rasi Cabut Pentil yang baru dimulai Dinas Perhubungan Kota Bandung, tidak akan efektif apabila juru parkir liar tidak diamankan atau ditindak tegas. Penindakan dengan penggembosan ban kendaraan itu akan sia-sia.

”Juru parkir liar itu harus diter­tib­kan oleh Dishub agar tidak ada kesan pembiaran. Kalau ada pembiaran, ber­arti haram kalau ada penarikan (retribusi di titik itu),” ujar Tedy saat dihubungi, Minggu 25 November 2018.

Dalam penerapan operasi tersebut, kata dia, Dishub Kota Bandung bisa langsung memetakan titik-titik par­kir yang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Jika titik parkir lama mengganggu arus lalu lintas, Dishub harus menghapusnya dari daftar lahan parkir resmi.

”Apalagi jika ada titik parkir liar yang sering dimanfaatkan para pe­langgar. Sudah seharusnya dipasang alat pendukung rekayasa lalu lintas. Kalau memang ada potensi mengganggu lalu lintas, Dishub harus me­re­visi titik parkir di Kota Bandung. Kalau titik parkir itu potensial me­ma­cetkan, harus ditarik dari daftar, bukan dibiarkan. Sembari dibersih­kan dari para pelanggar, titik (parkir resmi) itu harus dihapus,” ujarnya.

Tedy pun mengapresiasi kinerja Dis­hub Kota Bandung dalam mene­rapkan Operasi Cabut Pentil. Selama ini para pelanggar terkesan leluasa tanpa takut dihadapkan pada sanksi yang memang cenderung lemah.

Dengan adanya penggembosan ban kendaraan, diharapkan bahwa tindakan itu bisa memberi efek jera. Sekaligus menjadi ancaman bagi pe­ngendara yang terbiasa abai pada ­aturan berlalu lintas.

Maka, Tedy menyarankan Pemkot Bandung gencar menyebar­luaskan atur­an baru tersebut melalui beragam media. Fokusnya adalah pin­tu masuk menuju Kota Bandung supaya warga luar Kota Bandung bisa diperingatkan sejak awal.

”Secara masif Pemkot Bandung harus menyosialisasikan Operasi Ca­but Pentil. Jangan sampai kesannya ha­nya untuk Program 100 Hari Kerja atau sekadar pencitraan. Harus dipertahankan konsistensinya. Yang jelas harus dimasifkan informasinya agar publik benar-benar me­nyadari adanya penegakan hu­kum pada Ope­rasi Cabut Pentil,” katanya.

Wali Kota Bandung Oded M Danial menjelaskan, Operasi Cabut Pentil adalah bagian dari upaya meng­urai kemacetan. Penggembosan ban ken­da­raan dijadikan peringatan bagi pe­ngendara yang selama ini bebas parkir sembarangan. Oded optimistis de­ngan kelancaran program ini karena daya dukung penegakan aturan ini juga menggandeng For­kopimda.

Ia berjanji akan terus mempertahankan regulasi baru yang diperkuat peraturan wali kota tersebut. Dengan demikian, masyarakat mendapat pe­ningkatan edukasi berlalu lintas di Kota Bandung. Sosialisasi dan penyebaran aturan itu akan disebar secara daring ataupun luring.

”Napasnya itu semangat edukasi, efek jera. Saya sudah instruksikan ke­pada Dishub dan Dis­kominfo agar menambah luasan so­sialisasi Operasi Cabut Pentil ini. Saya sudah instruksikan sosialisasi via reklame di pintu gerbang masuk kota agar warga luar Bandung bersiap saat berlalu lintas di Kota Bandung. Seperti kita masuk Ja­karta, ada ganjil-genap, ada 3 in 1, kita harus ikuti aturan mereka,” tuturnya.

Sumber : pikiran-rakyat.com
Admin Web

Manage all MGTRADIO Website
Follow Us @MGT_RADIO
Like Our Facebook Fanpage https://www.facebook.com/1011mgtradio


Add Our Blackberry PIN 7F86117C
Youtube Channel : http://www.youtube.com/1011MGTRADIO
Instagram : mgtradio
Path : MGTRADIO Bandung