A+ A A-
News Update

News Update (2395)


Bandung - Persib Bandung saat ini tengah berada dalam jalur perebutan juara Liga 1 2018. Andai ingin memenangkan trofi itu, Persib Bandung dituntut dapat melampaui rekornya sendiri.

Persib Bandung saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 2018. Persib Bandung terpaut empat poin dari pimpinan klasemen sementara, PSM Makassar.

Peluang Persib Bandung untuk memenangi kompetisi tersebut masih terbuka sangat lebar. Namun, Persib Bandung harus dapat melampaui capaian dan rekornya sendiri untuk memastikan diri sebagai kampiun Liga 1 2018.

Tim yang punya julukan Maung Bandung itu dinilai dapat merengkuh trofi pada akhir musim jika berhasil menyapu bersih seluruh laga yang tersisa.

Persib sendiri masih menyisakan lima laga untuk sampai di penghujung musim. Dua laga tandang di Pulau Jawa kontra PSIS Semarang (pekan 31) dan Persela Lamongan (pekan 33).

Sementara tiga laga kandang kontra PSMS Medan (pekan 30), Perseru Serui (pekan 32), dan Barito Putera (pekan 34).

Hal yang jadi soal adalah, Pangeran Biru di sepanjang musim ini belum pernah menang secara beruntun lebih dari tiga laga.

Persib pernah menang tiga kali secara berturut-turut dalam dua kesempatan yakni, mulai tanggal 26 Juli hingga 4 Agustus.

Kala itu Persib Bandung menang atas tuan rumah Persebaya Surabaya 4-3, mengalahkan tuan rumah PS TIRA 3-2, dan mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 di hadapan puluhan ribu bobotoh.

Setelah itu Pangeran Biru takluk 0-1 saat berhadapan dengan Mitra Kukar. Selepas kekalahan tersebut, Persib Bandung kembali meraih tiga kemenangan beruntun.

Maung Bandung menang atas Arema 2-0 di kandang, menang 1-0 ketika melawat ke kandang Borneo FC dan mengandaskan rival mereka, Persija Jakarta dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Atas kenyataan itu, kini jelas bagi Persib langkah apa yang harus mereka tempuh untuk mengangkat trofi kompetisi sepak bola kasta tertinggi di penghujung musim nanti.

Mereka harus dapat melampaui dirinya sendiri dengan meraih lima kemenangan beruntun. Tentunya sambil berharap sekaligus berdoa pesaing-pesaingnya tergelincir di pertandingannya masing-masing.

Sumber : tribunjabar.co.id
Published in News Update
Written by
Read more...


Bandung - Menjelang Pemilu 2019, informasi hoaks dan kampanye hitam mulai bermunculan di dunia maya dan media sosial. Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Seskoad, Mayjen TNI Kurnia Dewantara pada seminar nasional di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/11/2018).

"Menjelang Pemilu 2019, telah banyak bersebaran berita hoaks, kampanye hitam, maka kami secara khusus telah membentuk tim cyber untuk melakukan patroli," kata Mayjen TNI Kurnia Dewantara.

Tugas satuan cyber tersebut ialah untuk memeriksa peredaran informasi yang bersifat provokatif dan nantinya akan diinformasikan secara organisasi kepada Polri untuk bersama mengatasi.

Mayjen TNI Kurnia Dewantara mengatakam, kemajuan teknologi telah banyak membantu kehidupan manusia meskipun ada sisi negatifnya.

Seminar Nasional studi wilayah pertahanan Pasis Dikreg LVI Seskoad tahun 2018, berlangsung di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/11/2018).

Tema yang diusung pada seminar tersebut ialah "Sinergi Satkowil TNI AD, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam memelihara situasi kondusif pada pelaksanaan Pemilu 2019 guna mendukung stabilitas Nasional".

Danseskoad mengatakan, seminar tersebut merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilaksanakan oleh Pasis Dikreg LVI Seskoad tahun 2018 dalam praktik Kuliah Kerja Lapangan dalam negeri studi wilayah pertahanan pada 23 hingga 25 Mei 2018.

Sumber : tribunjabar.co.id
Published in News Update
Written by
Read more...


Bandung - Banjir kembali menerjang wilayah Kabupaten Bandung. Hujan yang mengguyur sejak sore hingga malam Rabu (7/11/2018), membuat Sungai Citarum meluap. Jalan Anggadiredja dan Andir Kecamatan Baleendah terputus. Kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas.

Pantauan detikcom, Kamis (8/11/2018) ketinggian air yang merendam Jalan Anggadiredja dan Baleendah setinggi ban delman. Kendaraan roda dua dan empat harus berputar arah untuk mencari jalur alternatif.

Sejumlah warga yang pagi ini akan bekerja di Kawasan Industri Dayeuhkolot turun dari kendaraan umum angkot dan bus, mereka melanjutkan perjalanannya dengan menaiki delman.

"Mau kerja ke pabrik di Dayeuhkolot, karena jalannya banjir saya harus turun dari angkot dan naik delman," kata Titin seorang karyawati pabrik.

Titin bersama teman kerjanya terpaksa harus naik delman, pasalnya angkot yang ia naiki tidak dapat menerjang banjir. "Cuma delman yang dapat melintas, kalau enggak naik delman nanti bisa kesiangan sampai pabrik," ujar Titin.

Selain itu, genangan banjir juga terjadi sebelum Jembatan Dayeuhkolot, akibatnya kemacetan di Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot pun tak terelakkan. Para pengguna jalan harus bersabar antre untuk melintasi jalan tersebut karena ada genangan di Jembatan Citarum Dayeuhkolot.

Bagi para pengguna jalan dari arah Ciparay dan Majalaya dapat menggunakan jalur alternatif Sapan-Gedebage-Soekarno Hatta dan pengguna jalan dari arah Pamengpeuk dan Banjaran dapat menggunakan jalur alternatif Rancamanyar-Cibaduyut-Soekarno Hatta dan sebaliknya.

Para penarik delman yang beroperasi di jalan tersebut pun meraup berkah dan untung dibandingkan hari biasanya.

"Alhamdulillah banyak yang naik delman, meski kejadian banjir ini tidak diharapkan karena dapat merugikan banyak orang, tapi banjir ini terjadi karena faktor alam," ujar Ujang.

Ujang menuturkan, saat banjir seperti ini ia bisa menarik 5-10 kali. "Kadang sampai lima kali, visa 10 kali kalau keterusan kasihan kudanya, seorang yang naik delman tarifnya Rp 5 ribu," tambah Ujang.

Sumber : detik.com
Published in News Update
Written by
Read more...


Bandung - Persib Bandung akan memainkan laga di pekan ke-28 melawan Bali United di Stadion Batakan, Selasa (30/10). Mario Gomez menilai pertarungan kedua tim akan berjalan seru karena kini sama-sama sedang terluka. Baik Persib dan Bali pun dipastikan akan turun dengan semangat membara untuk kembali ke jalur kemenangan.

Serdadu Tridatu Sebelumnya ditaklukkan Arema dan hanya bermain imbang saat menjamu Borneo FC. Mereka kehilangan lima poin dan tentunya ingin membatarnya ketika menghadapi Persib. Gomez pun yakin tim asuhan Widodo Cahyono Putro itu akan menggila ketika meladeni pasukannya yang kini sedang terluka.

“Permainan terakhir dari Bali mereka imbang dan sebelumnya pun berakhir kalah jadi bagi mereka akan menjadi pertandingan yang penting,” jelas Gomez ketika diwawancara kemarin di Stadion Si Jalak Harupat.

Situasi yang tidak jauh berbeda pun dialami Persib karena dari empat laga terakhir mereka gagal menang. Bahkan dalam dua laga terakhir, Persib tumbang di tangan Persebaya serta PSM. Armada Maung Bandung pun ogah terus kehilangan poin dan mereka sangat bernafsu untuk meraih kemenangan lagi untuk menjaga jarak dengan tim peringkat teratas.

“Tapi bagi kami ini juga sangat penting agar dimenangkan besok karena Persib pun sudah kalah dua kali, kami harus melanjutkan kemenangan nanti melawan Bali United,” jelas prla 61 tahun ini.

Sumber : simamaung.com
Published in News Update
Written by
Read more...


Bandung - Unitreskrim Polsek Coblong meringkus dua penjambret yang beraksi di depan kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung. Satu pelaku ditembak kakinya lantaran melawan saat disergap polisi.

Kapolsek Coblong Kompol Rizal Jatnika menjelaskan kedua pelaku, Zeni Darajat (19) dan Yoga Saputra (19), belum lama ini menjambret handphone (HP) milik seorang mahasiswa yang baru pulang makan. Kejadian berlangsung malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB.

"Korban selesai makan berdiri di pinggir jalan sambil pegang HP. Kemudian pelaku berboncengan datang, langsung merebut HP korban," ujar Rizal di Mapolsek Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/10/2018).

Pelaku sempat kewalahan lantaran korban melawan saat mempertahankan telepon genggam. "Terjadi pergumulan (antara pelaku dan korban). Bahkan korban diseret sejauh sepuluh meter sampai akhirnya HP berhasil diambil pelaku," katanya.

Polisi yang mendapat laporan aksi penjambret itu langsung menyelidiki. Tim dipimpin Kanitreskrim Polsek Coblong AKP Satya bergerak mengumpulkan barang bukti dan pemeriksaan CCTV di sekitar lokasi.

Kurang dari 24 jam, polisi mendeteksi keberadaan pelaku. Sewaktu penyergapan di daerah Jalan Supratman, satu pelaku, Zeni, melawan dan melarikan diri.

"Saat melarikan diri anggota memberikan tembakan tegas terukur dengan melumpuhkan kaki kanan pelaku," ucap Rizal.

Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti HP milik korban, motor yang digunakan pelaku saat beraksi dan sejumlah alat yang diduga digunakan sebagai senjata.

Zeni mengaku baru dua kali menjambret yakni di Tegalega dan Dipatiukur. Motif ekonomi jadi alasan dia melakoni kejahatan jalanan.

"Kepepet, buat tambahan sehari-hari," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci mobil di kawasan Caringin Bandung.

Kini kedua pelaku mendekam di sel tahanan Mapolsek Coblong. Keduanya dijerat Pasal 365 KUHPidana mengenai pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Sumber : detik.com
Published in News Update
Written by
Read more...


Bandung - Warga Kota Bandung kini dapat kembali menggunakan lapangan futsal di Taman Ciujung Jalan WR Supratman, Kota Bandung. Sebelumnya lapangan yang dikenal dengan sebutan Taman Persib tersebut resmi selesai direnovasi kurang lebih sekitar dua bulan lamanya.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, selain memperbaharui kondisi rumput dan tiang gawang, tetapi juga jumlah lapangan yang semula hanya tiga unit, kini menjadi enam buah dengan ukuran masing-masing 16 x 26 meter.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, yang hadir didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pertahanan dan Pertamanan (DPKP3), Dadang Darmawan, guna meresmikan lapangan tersebut, sekaligus membuka gelaran turnamen futsal U-11 tahun dan U-14 yang digagas oleh organisasi masyarakat (ormas) Buah Batu Corps (BBC) Skills berpesan agar masyarakat dapat menjaga dan merawat taman yang sudah direnovasi tersebut.

“Fasilitas publik itu butuh pemeliharaan, maka warga Bandung bukan hanya menggunakan saja, tapi juga harus ikut memelihara dan menjaga agar lapang ini bisa digunakan dengan nyaman,” ujarnya Sabtu (27/10).

Selain itu, Oded pun mengajak kepada masyarakat agar menjaga kebersihan. Ia pun menjelaskan mengenai program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan Sampah).

“Contohnya dari pada membawa botol air mineral, lebih baik membawa Tumbler (tempat minum) dari rumah. Itu lebih menjaga kebersihan dan mengurangi sampah pelstik,” ucapnya.

Hal lainnya, Oded menegaskan warga pun tidak boleh ada yang merokok di area lapang. Menurutnya, aturan tersebut sebagai penegas bahwa di lokasi olahraga harus memberikan contoh yang baik untuk masyarakat lain.

“Kalau ada yang terlihat merokok dan membuang puntungnya di area lapang, suruh push up 200 kali,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala DPKP3, Dadang Darmawan menyampaikan, ada beberapa perbaikan dan pergantian di Taman Persib, diantaranya mengganti karpet sintesis baru hingga tiang gawang.

Dengan renovasi ini, lapang menjadi lebih nyaman dan semoga warga Bandung semakin favorit untuk berolahraga. Bahkan kedepan, lanjut Dadang, taman tersebut rencananya akan dilengkapi megatron untuk menyaksikan pertandingan siaran langsung Persib Bandung saat tandang.

“Insya Alllah kita rencanakan fasilitas itu, jadi warga Bandung bisa kumpul nobar (nonton Bareng) pertandingan Persib di sini,” katanya.

Sumber : tribunjabar.co.id
Published in News Update
Written by
Read more...


Bandung - Ancaman mundur dari jabatan pelatih kepala Persib Bandung, kembali dilontarkan Roberto Mario Carlos Gomez. Hal itu ia utarakan pada sesi konferensi pers Selasa (23/10/2018), Gomez mengaku keputusannya pergi dari Indonesia musim depan sudah final.

"Manajemen juga sudah tahu, pada satu bulan lalu saya tidak akan melanjutkan bersama Persib 2019 nanti," ujar Mario Gomez.

Alasan terbesar Mario Gomez ingin mencari tim lain untuk musim depan karena manajemen Persib, di bawah PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) semakin kacau dan tidak membantu tim yang sedang dirundung banyak masalah.

"Saya juga mau bicara soal situasi ini karena kami juga merasa sendirian di Persib. Hanya saya, staf dan pemain dan suporter karena mereka selalu di belakang kami," katanya.

Tiga bulan lalu, saat Persib akan bertanding melawan Bali United, Mario Gomez pun sempat mengancam hengkang jika manajemen tidak mau membantu tim.

"Saya cinta Bandung, saya cinta fans dan saya cinta pemain saya, ketika suporter berbicara 'Mario jangan pergi' saya bicara tidak akan pergi, jika manajemen mau berubah. Jika manajemen tidak mau berubah atau tak mau berkembang, saya akan pergi," katanya.

Sumber : tribunjabar.co.id
Published in News Update
Written by
Read more...


Bandung - Jawa Barat menjadi satu provinsi yang rawan bencana. Karena itu, mitigasi bencana menjadi satu di antara pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Peneliti LIPI Mudrik Daryono, mengatakan, ia memiliki data potensi bencana gempa bumi di Jawa Barat. Ia juga sempat ingin menyerahkan data itu pada Ridwan Kamil saat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

"Berkali-kali kami coba dari 2016, kami melakukan rembuk lini yang dilakukan LIPI kepada Wali Kota Ridwan Kamil, tapi tidak jadi bertemu. Sekarang kami berharap bisa bertemu," ujarnya ketima ditemui di ITB, Bandung, Selasa (23/10/2018).

Ia mengatakan data tersebut dapat digunakan untuk edukasi dan mitigasi bencana. Hidup di daerah rawan bencana, menurut Mudrik, masyarakat harus dibekali pengetahuan untuk bertahan hidup di daerah rawan bencana.

"Pendidikan ke masyarakat harus diajarkan, mulai dari hal sederhana, ketika gempa, apa saja yang harus dilakukan," ujarnya.

Menurut Mudrik, pemerintah harus menunjukan kepedulian lebih pada edukasi dan mitigasi bencana.

"ini bukan sesuatu gamblang bermain-main saja, ini real. Kejadian di Palu dan Lombok adalah pelajaran besar buat kita. Sehingga kita harus serius menata hidup harmoni dengan ancaman bencana gempa bumi, adalah sesuatu yang harus terealisasi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sesar Lembang masih aktif dan berpotensi menyebabkan gempa bumi besar di Jawa Barat. Seismolog ITB Sri Widyantoro, mengatakan bahwa gempa yang berpotensi terjadi di Jawa Barat berkekuatan magnitudo 8,7.

Terakhir, bencana gempa bumi berkekuatan besar di Jawa Barat terjadi pada abad ke-60 Sebelum Masehi dan abad ke-15 Masehi.

Sumber : tribunjabar.co.id
Published in News Update
Written by
Read more...


Bandung - Kepemimpinan di Kota Bandung terus berganti. Namun keberadaan PKL Cicadas masih menjadi PR besar yang hingga kini belum terselesaikan. Padahal para PKL berharap pemerintah bisa serius untuk mencarikan solusi.

Ketua Persatuan PKL Cicadas Suherman mengatakan penataan pertama kali dilakukan pada era Aa Tarmana. Saat itu satu pedagang diberi lapak 1,5x1 meter sepanjang 800 meter di Jalan Ahmad Yani (Cicadas) hingga simpang Cikutra.

Berganti pemimpin, berganti pula kebijakan. Di era Dada Rosada, ditetapkan sepanjang Cicadas adalah zona merah. Artinya para pedagang tidak diperbolehkan untuk berjualan.

"Zaman Pak Dada baru ada zonasi, di sini zona merah. Kami ini lebih lama dari umur Perda itu, tapi saat membuat zonasi para PKL tidak diajak bicara," ujar pria yang karib disapa Kang Herman ini, Selasa (23/10/2018).

Meski zona merah, pedagang sepakat untuk tetap berjualan. "Zaman Pak Dada tidak ada pembinaan pada kami. Bahkan kesannya ada pembiaran. Lapak-lapak di sini mulai membesar dan bertambah kumuh," katanya.

Pembiaran, kata Herman, terus terjadi hingga kepemimpinan Ridwan Kamil. Meski sempat dijanjikan oleh Ridwan Kamil untuk dilakukan penataan namun hingga akhir kepemimpinannya, hal itu belum terealisasi.

"Zaman Pak Emil (Ridwan Kamil) hanya janji saja waktu datang ke sini mau dibuat kanopi, tapi sampai masa jabatan berakhir enggak ada realisasinya," katanya.

Ia berharap penataan yang dilakukan di era Oded M Danial bisa berjalan lancar dan memberi solusi bagi 602 PKL yang sudah terdaftar. Ia berharap solusi relokasi yang dilakukan Pemkot Bandung tidak jauh dari tempat berjualan saat ini.

"Kami minta lokasi relokasi dekat sini, kalau jauh enggak. Itu sebuah perjanjian. Ketika pemerintah mau menata, kami pun siap menata diri. Kami bukan hanya minta ditata, tapi juga dibina dan diawasi. Karena kalau hanya ditata saja terus tidak ada pembinaan pasti nanti akan seperti ini lagi," ujar Herman.

Saat ini, kata Herman, dari semula sekitar 715 PKL hanya tersisa dan terdata 602 PKL. Dari jumlah tersebut tiga persen berasal dari luar Cicadas yakni Garut dan Tasikmalaya. Sebanyak 90 persen PKL menjual aneka sandang sementara sisanya makanan dan berbagai kebutuhan rumah tangga.

Sumber : detik.com
Published in News Update
Written by
Read more...


Bandung - Para pendukung Persib Bandung, bobotoh, menggelar aksi damai di depan Gedung Sate, Bandung, Sabtu (13/10/2018), dengan bertajuk "Bobotoh Melawan Part 1".

Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Heru Joko, mengungkapkan bahwa aksi yang digelar tersebut merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Persib dan suporternya.

"Kami datang atas dasar kekecewaan yang sangat. Kami melihat PSSI sangat tidak adil kepada Persib dan suporter Persib. Kami kecewa dan sangat kecewa dengan Komisi Disiplin PSSI," kata Heru dikutip dari Antaranews.com.

"Komdis memberikan sanksi semena-mena ya, saya lihat Komdis arogan, memandang kami sebelah mata. Semua harus diperlakukan adil," ujarnya.

Sebelumnya, Komdis PSSI telah memutuskan untuk memberikan sanksi kepada Persib, kelompok suporter pendukungnya, dan panitia penyelenggara pertandingan Persib melawan Persija pada 23 September lalu.

Seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Selasa (2/10/2018), Komdis memutuskan memberikan hukuman untuk Persib berupa sanksi pertandingan kandang di luar Pulau Jawa, tepatnya di Kalimantan, tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018.

Sanksi lainnya adalah pertandingan kandang tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.

Jadi Tumbal Untuk suporter dan penonton, Komdis juga memberikan sanksi berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat kandang maupun tandang serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019.

Sementara itu, untuk pantia penyelenggara pertandingan, sanksinya adalah menghukum ketua panitia pelaksana pertandingan dan security officer berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib selama dua tahun. Panpel Persib Bandung juga didenda sebesar Rp 100 juta.

Sumber : kompas.com
Published in News Update
Written by
Read more...