A+ A A-


Bandung - Setelah menunggu sekian lama, Fabiano Beltrame akhirnya diumumkan sebagai pemain Persib pada Sabtu (23/3/2019) di Graha Persib. Didampingi Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Zainuri Hasyim, Fabiano melangsungkan konferensi pers.

Fabiano bakal dihitung sebagai pemain berstatus naturalisasi di Persib, meski hingga saat ini proses tersebut belum selesai. Pemain 36 tahun tersebut bangga bisa merasakan berbaju Persib, penantian lama yang akhirnya terealisasi.

“Saya senang sekali akhirnya bisa datang, terima kasih sudah menunggu saya lama sekali. Saya senang, bangga sekali, karena Persib adalah tim besar dan semoga saya bisa sukses di sini,” ungkap Fabiano.

Ia pula mendapat ribuan direct message di akun media sosialnya dari Bobotoh. Itu semakin buat dirinya tidak sabar untuk merapat ke Bandung. Telah resminya ia bersama klub kebanggaan Bobotoh diharapkan bisa membawa Persib kembali berjaya.

“Dari awal mereka sudah sebut namanya saya untuk gabung, ada sekitar 20 ribu Bobotoh direct saya ‘ayo Fabiano gabung’ mungkin mereka marah juga karena saya tidak balas,” candanya.

“Bukan cuma saya, tapi menurut semua orang juga Persib adalah tim besar, tahun lalu seharusnya Persib yang juara karena sudah di top perform tapi mereka juga ada masalah, akhirnya tidak juara,” paparnya.

“Tapi saya pikir semua pemain ingin gabung di sini, saya senang bisa gabung semoga saya bisa bawa Persib lebih baik lagi,” ujarnya.

Sumber : simamaung.com


Bandung - Pengelolaan sampah, menjadi salah satu permasalahan yang terus diupayakan oleh Pemerintah Kota Bandung saat ini. Untuk mendukung pengelolaan sampah secara baik, PT Enesis Group melalui salah satu produk minuman serbuk teh terbarunya, Tesona, menggelar kegiatan mini workhsop cara mendaur ulang sampah plastik kemasan minuman teh Tesona, menjadi sesuatu yang bernilai seni dan bermanfaat, kepada masyarakat di kawasan Car Free Day (CFD) Dago.

Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, dan Bank Sampah Induk (BSI) Gesit, Menteng Pulo, Jakarta Selatan tersebut, sampah kemasan plastik itu kemudian diolah menjadi berbagai macam benda berharga, seperti tas, tempat tisu, pot bunga, tempat pensil dan benda lainnya.

Pengelola BSI Gesit, Sri Endarwati, menyambut positif kegiatan yang dilakukan Tesona. Menurut dia, dengan adanya pembinaan dan pelatihan dari Tesona, maka masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastik kemasan dari yang semula tidak berguna, menjadi sesuatu barang berharga.

Selain itu, dengan upaya pengolaan sampah secara baik, maka sampah tidak akan lagi menjadi penghabat saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir dan kerusakan lingkungan suatu saat nanti.

“Workshop pengelolaan sampah ini merupakan kegiatan yang bagus sekali bagi edukasi kepada masyarakat. Apalagi perusahaan sebagai produsen penghasil sampah plastik, maka sebagai masyarakat kita manfaatkan, dan difasilitasi juga oleh pemerintah. Upaya mengkaryakan sampah plastik kemasan ini juga, menjadi salah satu upaya masyarkaat dalam hal membantu pemerintah mengurangi keberadaan sampah," ujarnya di kawasan CFD Dago, Jalan Ir. Juanda, Bandung, Minggu (24/3/2019).

Menurutnya, dengan terus dilakukannya upaya ini secara masif dan bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah, maka diharapkan akan menghasilkan dampak Indonesia yang bebas sampah.

Terlebih saat ini, pihaknya telah memiliki sejumlah jaringan para pengrajin sampah dengan berbagai latar belakang di berbagai daerah di tanah air, yang siap untuk merubah limbah plastik menjadi sebuah karya bernilai ekonomi.

"Apalagi pemerintah sekarang, baik pusat maupun di daerah sudah mulai concern, untuk ikut membantu memfasilitasi upaya-upaya penanganan dan pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat. Maka ketika barang ini masih berupa sampah, menjadi beban dan tugas DLKH, tetapi ketika ini sudah menjadi produk bernilai, maka masuknya ke Dinas UMKM, sehingga sampah ini dapat bermanfaat dan juga dapat digunakan oleh siapapun," ucapnya.

Sekretaris DLHK Kota Bandung, Dedy Dharmawan menuturkan, tujuan dari adanya bank sampah itu, bukan hanya memilih dan memilah sampah-sampah yang memiliki nilai manfaat. Akan tetapi lebih mengedukasi dan merubah pola pikir masyarakat terhadap keberadaan sampah.

"Kepedulian masyarakat terhadap keberadaan sampah tentu saja menjadi sebuah harapan besar bagi kita semua. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat menyadarkan seluruh masyarakat, dari yang semula tidak peduli menjadi peduli, dan lama kelamanaan masyarakat akan membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya," ujar Dedy.

Sementara itu, Group Product Manager Tesona Jane Selly menjelaskan, kegiatan bertajuk “Tebar Pesona bersama Tesona Premium Iced Tea” yang dilakukan tidak hanya sekadar kegiatan peluncuran produk Tesona, yang merupakan ekstrak teh asli, perpaduan antara teh hitam dan teh hijau dari pegunungan tinggi di China, sehingga anti oksidan dan tanpa pemanis buatan.

Namun juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pemanfaatan sampah plastik yang ada di lingkungan keseharian masyarakat.

“Kerja sama dengan BSI dan DLHK Kota Bandung ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Tesona terhadap permasalahan sampah plastik. Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastik agar dapat diolah menjadi barang yang bernilai guna,” ucapnya.

Selain workshop, dalam kegiatan ini juga digelar senam “Pound Fit” dimana para pengunjung CFD Dago melakukan kegiatan senam dengan memanfaatkan dua batang tongkat drum, dengan diiringi hentakan alunan musik yang dimaikan oleh Angel Percussion. Cukup banyak masyarakat yang tertarik mengikuti kegiatan ini, dibuktikan dengan daftar pengunjung dalam catatan panitia yang mencapai lebih dari 100 orang.

Acara ini merupakan yang ke-3, setelah sebelumnya hadir di Jakarta dan Bekasi. Ke depannya, Tesona berencana akan melakukan kegiatan serupa seperti Jogjakarta dan Semarang.

Sumber : tribunajabar.co.id


Bandung - Ribuan anggota komunitas otomotif di Jawa Barat menggelar deklarasi Pemilu 2019 yang aman dan damai. Mereka siap membantu kepolisian dan TNI untuk menjaga kondusifitas keamanan di Jabar.

Acara deklarasi itu digelar di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Minggu (24/3/2019). Hadir juga dalam acara tersebut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dan tamu undangan lainnya.

Ribuan pecinta otomotif dari 325 komunitas bersepakat untuk bersama-sama mendukung pihak kepolisian dan TNI mengamankan Pemilu 2019. Ribuan anggota komunitas itu juga akan ikut menjaga keutuhan NKRI.

"Kita mendukung TNI dan Polri dalam menyukseskan mengamankan Pemilu 2019 yang aman dan damai. Kita juga akan menjaga keutuhan NKRI," ucap salah seorang perwakilan komunitas.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga persatuan di tengah suhu Pilpres yang mulai menghangat. Dia meminta semua warga Jabar dan masyarakat lainnya untuk terus menjaga persatuan.

"Urusan namanya Pemilu boleh bebas, rahasia. Jadi jangan berantem, jangan bertengkar," ucap Emil sapaan akrab Ridwan Kamil dalam sambutannya.

Dia yakin Pemilu 2019 di Jabar akan berlangsung aman dan damai. Pihaknya menyinggung saat pelaksanaan Pilgub Jabar 2018 lalu yang berjalan aman.

"Tidak ada satu peluru yang lepas dari senapan (saat Pilgub lalu). Tidak ada kaca pecah saat Pilgub lalu. Jadi intinya jauh komentar negatif sejak dari pikiran," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Emil juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan sebuah berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya. Karena saat ini banyak sekali berita hoaks .

"Lawan berita hoaks, jangan golput, jaga kondusifitas dan jangan jadi provokator," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto juga optimistis Pemilu di Jabar berjalan aman dan lancar. Pihaknya juga siap mengamankan Pemilu 2019 di Jabar.

"Lebih utamakan rasa persatuan antara masyarakat Indonesia khususnya Jabar. Saya yakin insya allah Pemilu di Jabar berjalan aman dan lancar," ujarnya.

Sumber : detik.com