A+ A A-


Bandung - Bagi Anda yang ingin memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM), layanan SIM Keliling Online Polrestabes Bandung siaga di dua lokasi, Jumat (28/7/2017).

Mobil SIM keliling online 1 hadir di Festival Citilink, Jalan Peta, Bandung. Mobil SIM keliling online 2 hadir di Lucky Square, Jalan Ters Jakarta, Antapani, Bandung.

Layanan Mobil SIM Keliling Online hanya untuk memperpanjang masa berlaku SIM roda dua (SIM C) dan empat (SIM A). Layanan tersebut dimulai pukul 08.00 WIB. Anda diharapkan untuk tidak lupa membawa semua persyaratan.

Di antaranya SIM asli yang diterbitkan Satlantas Polrestabes Bandung yang masa berlakunya habis pada tahun ini dan identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP) yang dikeluarkan pemerintah Kota Bandung.

Apabila SIM yang Anda miliki telah melebihi masa berlakunya, bisa di proses di Satpas/Polres masing-masing sesuai domisili KTP dengan cara mengajukan permohonan pembuatan SIM.

Informasi ini sesuai laman resmi Mabes Korlantas Polri, www.simkeliling.info. Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah.

Karena itu, untuk warga Kota Bandung dapat kembali mengeceknya ke TMC Polrestabes Bandung, 022-4203505

Sumber : tribunjabar.co.id


Bandung - Partai Nasdem membidik mantan atlit bulutangkis nasional, Ricky Subagja untuk diusung di Pilwalkot Bandung 2018. "Nasdem baru buka pendaftaran 29 Juli sampai 10 Agustus 2017," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Nasdem Kota Bandung, Uung Tanuwijaya, di Jalan Merdeka, Kamis (27/7/2017).

Menurutnya, pendaftarkan bakal calon wali Kota Bandung dari Partai Nasdem terbagi ke dalam tiga jalur, yaitu jalur umum, jalur internal, dan jalur undangan. Ia mengklaim sudah banyak yang konfirmasi mendaftar jalur umum, mulai dari tokoh politik, akademisi, sampai PNS.

Dari jalur internal, selain Ricky Subagja, Partai Nasdem memiliki kader muda potensial, Rizky Mediantoro yang merupakan pengusaha berbagai bidang. "Yang akan mengejutkan ada beberapa calon yang sudah mendaftar ke partai lain dan mengembalikan formulir (tapi) akan mendaftar ke Nasdem melalui jalur undangan," ujar Uung Tanuwijaya.

Menurut Uung tidak masalah ada calon yang sudah mendaftar dan mengembalikan formulir ke partai lain terus daftar ke Nasdem asalkan calon menarik dulu berkas pendaftaran (di partai sebelumnya).

Uung Tanuwijaya berharap wali kota pilihan Nasdem nantinya lebih merakyat dan bisa mengayomi rakyat. Sosok seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, menurutnya, menjadi idaman sekaligus tolak ukur sebagai pemimpin yang memiliki inovasi mendunia.

Calon yang sudah mendaftar dan mengembalikan formulir di Partai Nasdem, akan diverifikasi lalu disurvei pada akhir Agustus 2017. "Hasil survey menjadi salah satu syarat dipertimbangkannya untuk dicalonkan oleh Partai Nasdem, " ujar Uung Tanuwijaya.

Ia mengakui Nasdem harus berkoalisi dengan partai lain karena hanya ada 4 kursi dari 10 kursi di DPRD yang dibutuhkan untuk maju bertarung di Pilwalkot Bandung. Uung Tanuwijaya mengatakan Partai Nasdem sudah menjalin komunikasi dengan semua partai lain.

Sumber : tribunjabar.co.id


Bandung - Sepak bola sejatinya adalah hiburan rakyat. Namun kini telah menjadi tragedi. Fanatisme berlebih menjadi akar permusuhan antar suporter. Balas dendam menjadi bumbu penyedapnya.

Kasus kematian dan bentrokan antar suporter selalu menjadi penyakit dunia sepak bola Indonesia yang harus segera dicari penawarnya. Paling anyar, kasus meninggalnya seorang bobotoh bernama Ricko Andrean (22), sekitar 10.30 WIB, Kamis (27/7/2017).

Ricko menjadi korban pengeroyokan salah sasaran oleh oknum bobotoh saat laga Persib Vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (22/7/2017) lalu. Pada laga tersebut skor berakhir imbang 1-1.

Saat kejadian, oknum bobotoh mengira Ricko adalah suporter Jakmania. Padahal Ricko adalah sosok bobotoh sejati yang berusaha menolong orang diduga Jakmania yang sedang dipukuli. Namun niat mulianya itu berujung tragis. Dia malah ikut diamuk oknum bobotoh hingga akhirnya dinyatakan meninggal pagi kemarin, setelah sempat dirawat di RS Santo Yusup selama lima malam.

Menurut keluarga, Ricko sangat mencintai Persib Bandung. Hampir setiap pertandingan 'Maung Bandung' Ricko selalu menyempatkan hadir untuk memberikan dukungan secara langsung kepada tim kebanggaannya.

Menurut Ratna (40) salah satu kaka Ricko, bila kecintaan adiknya kepada Persib Bandung sudah tidak diragukan. Ricko bahkan kerap keluar masuk pekerjaan hanya demi mendukung Persib Bandung. "Pernah ninggalin ujian sekolah juga demi Persib," ucapnya.

Ricko Andrean bukan satu-satunya korban yang tewas dari pihak bobotoh. Bila dijumlahkan dengan kelompok suporter lain, jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan orang. Jauh sebelumnya, sekitar tahun 2012, keluarga besar bobotoh juga kehilangan salah satu anggota terbaiknya Rangga Cipta Nugraha (22).

Rangga menjadi korban kebrutalan oknum suporter usai laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung, di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (27/5/2012) silam. Kesedihan begitu dirasakan dan menjadi sorotan demi terciptanya perdamaian di sepak bola Indonesia saat itu.

Gaung perdamaian itu kini kembali disurakan. Suporter sepak bola tanah air diharapkan bisa lebih bersikap dewasa agar tidak ada lagi korban yang meninggal sia-sia. Semua pihak mulai dari menteri, pentolan kelompok suporter, kepolisian satu suara untuk mewujudkan perdamaian.

Pentolan Viking Persib Club Yana Umar berharap kematian Ricko Andrean (22) menjadi kasus terakhir. Kejadian ini diharapkan menjadi awal mula perdaiaman antara Viking dan Jakmania.

"Jangan sampai terulang lagi, sudahi. Mau sampai kapan lagi? (permusuhan ini) ibarat senjata makan tuan," kata Yana, di rumah duka, Jalan Tamim Abdul Syukur, Cicadas, Kota Bandung.

Manajemen Persib juga berahap, kejadian ini menjadi yang terakhir. Kasus meninggalnya Ricko harus menjadi pembelajaran bagi semua bobotoh agar mendukung dengan hati jernih tanpa mengedepankan emosi dan dendam.

"Semoga ini menjadi korban terakhir. Ini juga menjadi pembelajaran bagi bobotoh untuk menghentikan pertikaian dengan kelompok suporter lain," ujar Media Officer Persib Bandung Irfan Suryadireja.

Meninggalnya Ricko juga mendapat perhatian dari Menpora Imam Nahrowi. Melalui akun twiter pribadinya, dia berharap tidak ada lagi korban jiwa di sepak bola Indonesia.

"Innalilahi wainnailaihi rojiuun, duka mendalam atas meninggalnya Ricko Andrean. Jangan ada lg korban jatuh di sepak bola Indonesia.-IN," tulis Menpora.

Saat ini pihak kepolisian juga terus melakukan penyelidikan untuk mengusut kasus pengeroyokan ini. Selain itu diharapkan kejadian ini menjadi yang terakhir. "Ini merupakan keprihatinan bagi kita semua. Semoga kejadian terakhir tidak terulang lagi," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo.

Semua pihak menyuarakan perdamaian antar suporter. Semoga ini juga menjadi keinginan para bobotoh maupun suporter klub sepakbola mana pun di luar sana. Mari bangun sepakbola Indonesia dengan damai.

Sumber : detik.com

Facebook Fan Page

Follow Us On Twitter