A+ A A-


Bandung - Pemain anyar Persib Bandung Esteban Vizcarra menjalani latihan perdana bersama tim. Adaptasi jadi fokus gelandang asal Argentina itu.

Vizcarra baru tiba di Bandung kemarin, Jumat (18/1/2019). Sehari berselang, dia mulai berlatih bersama skuat Persib di Lapangan Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (19/1/2019).

"Latihan pertama untuk memulai latihan fisik, karena sudah lama liburan," ujar Vizcarra.

Meski usai libur panjang, Vizcarra menyebut kondisi fisiknya tak begitu menurun karena kerap berlatih sendiri. Maka ia pun harus beradaptasi lagi ketika berlatih bersama rekan-rekan setim.

"Masih ada latihan sendiri kemarin, tapi beda, bukan latihan tim. Jadi harus adaptasi lagi," kata pemilik nomor 7 di Persib ini.

Vizcarra mengaku tak punya kendala selama latihan. Banyak teman-temannya di Persib yang pernah bekerja sama dengannya seperti Dedi Kusnandar dan Supardi.

"Ini semua banyak yang kenal di sini. Pasti cepat (adaptasi)," kata dia.

Vizcarra didatangkan Persib untuk mengarungi musim 2019 mendatang. Pemain berposisi gelandang ini diikat dengan kontrak satu tahun oleh manajemen.

Sumber : detik.com

PT KAI: Tak Ada Pungli di Stasiun Banjar

Published in News Update


Bandung - PT KAI Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung merespons keluhan warga terkait indikasi praktik pungutan liar (pungli) di sekitar Stasiun Banjar oleh sejumlah oknum pelaku jasa transportasi lokal. Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus mengklarifikasi kasus pungli yang dialami petugas penjemputan Hotel Sun Inn Pangandaran tidak persis terjadi di kawasan parkir stasiun.

"PT KAI Daop 2 Bandung menjamin tidak ada pungli yang diduga dilakukan oleh oknum jasa transportasi tertentu kepada pihak penjemputan hotel atau biro wisata saat beraktivitas di area Stasiun Banjar," kata Joni melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (20/1/2019).

Joni menjelaskan untuk memudahkan aksesibilitas menuju objek wisata di daerah Banjar, Pangandaran dan sekitarnya, dapat langsung dijemput di Stasiun Banjar oleh pihak hotel, biro wisata atau jenis penjemputan lainnya. PT KAI akan menindak tegas kalau terbukti pihak-pihak yang menghalangi penjemputan penumpang atau wisatawan di Stasiun Banjar.

"Kami yakinkan tidak ada pungutan liar di area Stasiun Banjar dan kami persilakan untuk pihak hotel, biro travel, atau siapa pun yang akan menjemput penumpang kereta api dari Stasiun Banjar. Jika ada yang menghalangi, segera sampaikan kepada kami untuk segera ditindak," katanya.

Joni menegaskan PT KAI berkomitmen membangun wilayah Jawa Barat bagian selatan. Komitmen ini, dia menuturkan, diwujudkan dengan diluncurkannya KA Pangandaran dengan rute Gambir-Bandung-Banjar dan KA Galunggung dengan rute Bandung-Tasikmalaya. Bahkan pada masa awal peluncurannya, kata Joni, kereta-kereta tersebut disediakan secara gratis.

Menurut Joni, diperlukan dukungan semua pihak, termasuk Pemkot Banjar dan Pemkab Pangandaran bersama-sama mengembangkan potensi wisata di daerah ini demi daerahnya.

Soal praktik dugaan pungli itu dikeluhkan pihak Hotel Sun Inn Pangandaran. Mereka menuding oknum pelaku jasa transportasi ojek dan becak di sekitar Stasiun Banjar melakoni pungli saat pihak hotel hendak menjemput tamu pengguna jasa KA Pangandaran. Keluhan disampaikan secara terbuka melalui akun Facebook perusahaan.

Sumber : detik.com


Bandung - Pihak Hotel Sun Inn Pangandaran mengeluhkan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di area parkir Stasiun Banjar, Jumat (18/1/2019). Melalui Facebook, pihak hotel menyayangkan praktik pungli itu dilakukan oknum jasa transportasi lokal.

Dikonfirmasi mengenai keluhan di Facebook, pemilik Hotel Sun Inn Pangandaran Anton Wijaya menceritakan kronologi kejadian. Menurut Anton, pungli terjadi Jumat (18/12019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu, kata Anton, pihaknya mau menjemput tamu yang menggunakan KA Pangandaran dari Bandung. Tak seperti biasanya, mobil mereka diberhentikan orang-orang yang mengaku tukang ojek dan becak.

"Kasih tahu ke majikan kamu, jangan narik di sini, ini mah jatah kita," ujar Anton menirukan cerita yang disampaikan sopirnya via telepon, Sabtu (19/1/2019).

Tak sampai di situ, mereka lalu meminta sejumlah uang. Karena tak mau ribut, setelah negosiasi sopir menyerahkan uang Rp 30 ribu.

Setelah menerima uang, mereka juga menginginkan mobil jemputan tidak masuk area parkir stasiun. Mereka meminta mobil jemputan parkir di tempat yang lebih jauh agar penumpang kereta api lebih dulu menggunakan jasa ojek atau becak.

Anton menjelaskan sebenarnya layanan jemput gratis untuk tamu hotel sudah dilakukan sejak lama. Hanya saja, intensitas layanan semakin semakin tinggi setelah beroperasinya KA Pangandaran.

"Kenaikan permintaan penjemputan bisa tiga sampai empat kali lipat lebih banyak," ujar Anton.

Anton berharap urusan angkutan stasiun menjadi perhatian pemerintah. Salah satu opsi dengan memasang palang berbayar sehingga pungutan yang diberlakukan bersifat resmi.

"Kalau jemputan tidak boleh, pemerintah bisa menyediakan jemputan khusus untuk wisatawan yang mau ke Pangandaran," ucapnya.

Sementara itu Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus mengaku belum mendengar kasus yang terjadi. Joni menyebut akan memeriksa laporan yang disampaikan kepada unit-unit terkait.

"Akan kita periksa dan akan kita tindak lanjuti ke Kepala Stasiun dan unit terkait, seperti unit pengamanan," ujar Joni.

Sumber : detik.com