A+ A A-

Peluang Persib Bandung Juarai Liga 1 Masih Terbuka Lebar

Published in News Update


Bandung - Persib Bandung saat ini tengah berada dalam jalur perebutan juara Liga 1 2018. Andai ingin memenangkan trofi itu, Persib Bandung dituntut dapat melampaui rekornya sendiri.

Persib Bandung saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 2018. Persib Bandung terpaut empat poin dari pimpinan klasemen sementara, PSM Makassar.

Peluang Persib Bandung untuk memenangi kompetisi tersebut masih terbuka sangat lebar. Namun, Persib Bandung harus dapat melampaui capaian dan rekornya sendiri untuk memastikan diri sebagai kampiun Liga 1 2018.

Tim yang punya julukan Maung Bandung itu dinilai dapat merengkuh trofi pada akhir musim jika berhasil menyapu bersih seluruh laga yang tersisa.

Persib sendiri masih menyisakan lima laga untuk sampai di penghujung musim. Dua laga tandang di Pulau Jawa kontra PSIS Semarang (pekan 31) dan Persela Lamongan (pekan 33).

Sementara tiga laga kandang kontra PSMS Medan (pekan 30), Perseru Serui (pekan 32), dan Barito Putera (pekan 34).

Hal yang jadi soal adalah, Pangeran Biru di sepanjang musim ini belum pernah menang secara beruntun lebih dari tiga laga.

Persib pernah menang tiga kali secara berturut-turut dalam dua kesempatan yakni, mulai tanggal 26 Juli hingga 4 Agustus.

Kala itu Persib Bandung menang atas tuan rumah Persebaya Surabaya 4-3, mengalahkan tuan rumah PS TIRA 3-2, dan mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 di hadapan puluhan ribu bobotoh.

Setelah itu Pangeran Biru takluk 0-1 saat berhadapan dengan Mitra Kukar. Selepas kekalahan tersebut, Persib Bandung kembali meraih tiga kemenangan beruntun.

Maung Bandung menang atas Arema 2-0 di kandang, menang 1-0 ketika melawat ke kandang Borneo FC dan mengandaskan rival mereka, Persija Jakarta dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Atas kenyataan itu, kini jelas bagi Persib langkah apa yang harus mereka tempuh untuk mengangkat trofi kompetisi sepak bola kasta tertinggi di penghujung musim nanti.

Mereka harus dapat melampaui dirinya sendiri dengan meraih lima kemenangan beruntun. Tentunya sambil berharap sekaligus berdoa pesaing-pesaingnya tergelincir di pertandingannya masing-masing.

Sumber : tribunjabar.co.id


Bandung - Menjelang Pemilu 2019, informasi hoaks dan kampanye hitam mulai bermunculan di dunia maya dan media sosial. Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Seskoad, Mayjen TNI Kurnia Dewantara pada seminar nasional di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/11/2018).

"Menjelang Pemilu 2019, telah banyak bersebaran berita hoaks, kampanye hitam, maka kami secara khusus telah membentuk tim cyber untuk melakukan patroli," kata Mayjen TNI Kurnia Dewantara.

Tugas satuan cyber tersebut ialah untuk memeriksa peredaran informasi yang bersifat provokatif dan nantinya akan diinformasikan secara organisasi kepada Polri untuk bersama mengatasi.

Mayjen TNI Kurnia Dewantara mengatakam, kemajuan teknologi telah banyak membantu kehidupan manusia meskipun ada sisi negatifnya.

Seminar Nasional studi wilayah pertahanan Pasis Dikreg LVI Seskoad tahun 2018, berlangsung di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/11/2018).

Tema yang diusung pada seminar tersebut ialah "Sinergi Satkowil TNI AD, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam memelihara situasi kondusif pada pelaksanaan Pemilu 2019 guna mendukung stabilitas Nasional".

Danseskoad mengatakan, seminar tersebut merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilaksanakan oleh Pasis Dikreg LVI Seskoad tahun 2018 dalam praktik Kuliah Kerja Lapangan dalam negeri studi wilayah pertahanan pada 23 hingga 25 Mei 2018.

Sumber : tribunjabar.co.id

Banjir Putuskan Sejumlah Jalan di Kabupaten Bandung

Published in News Update


Bandung - Banjir kembali menerjang wilayah Kabupaten Bandung. Hujan yang mengguyur sejak sore hingga malam Rabu (7/11/2018), membuat Sungai Citarum meluap. Jalan Anggadiredja dan Andir Kecamatan Baleendah terputus. Kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas.

Pantauan detikcom, Kamis (8/11/2018) ketinggian air yang merendam Jalan Anggadiredja dan Baleendah setinggi ban delman. Kendaraan roda dua dan empat harus berputar arah untuk mencari jalur alternatif.

Sejumlah warga yang pagi ini akan bekerja di Kawasan Industri Dayeuhkolot turun dari kendaraan umum angkot dan bus, mereka melanjutkan perjalanannya dengan menaiki delman.

"Mau kerja ke pabrik di Dayeuhkolot, karena jalannya banjir saya harus turun dari angkot dan naik delman," kata Titin seorang karyawati pabrik.

Titin bersama teman kerjanya terpaksa harus naik delman, pasalnya angkot yang ia naiki tidak dapat menerjang banjir. "Cuma delman yang dapat melintas, kalau enggak naik delman nanti bisa kesiangan sampai pabrik," ujar Titin.

Selain itu, genangan banjir juga terjadi sebelum Jembatan Dayeuhkolot, akibatnya kemacetan di Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot pun tak terelakkan. Para pengguna jalan harus bersabar antre untuk melintasi jalan tersebut karena ada genangan di Jembatan Citarum Dayeuhkolot.

Bagi para pengguna jalan dari arah Ciparay dan Majalaya dapat menggunakan jalur alternatif Sapan-Gedebage-Soekarno Hatta dan pengguna jalan dari arah Pamengpeuk dan Banjaran dapat menggunakan jalur alternatif Rancamanyar-Cibaduyut-Soekarno Hatta dan sebaliknya.

Para penarik delman yang beroperasi di jalan tersebut pun meraup berkah dan untung dibandingkan hari biasanya.

"Alhamdulillah banyak yang naik delman, meski kejadian banjir ini tidak diharapkan karena dapat merugikan banyak orang, tapi banjir ini terjadi karena faktor alam," ujar Ujang.

Ujang menuturkan, saat banjir seperti ini ia bisa menarik 5-10 kali. "Kadang sampai lima kali, visa 10 kali kalau keterusan kasihan kudanya, seorang yang naik delman tarifnya Rp 5 ribu," tambah Ujang.

Sumber : detik.com