Pendonor Berkurang, PMI Bandung Tidak Miliki Stok Darah

Written by on 28 April 2021

 

Bandung – Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Bandung tak memiliki stok darah selama Ramadan ini. Sebab, pandemi COVID-19 memberikan dampak berkurangnya jumlah pendonor darah yang datang setiap harinya.

Kepala UTD PMI Kota Bandung Uke Muktimanah mengatakan sebelum pandemi PMI Kota Bandung bisa mendapatkan 500 labu per hari untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, tetapi angka tersebut menurun menjadi 400 labu sejak memasuki era pandemi.

“Kami tak punya stok, karena yang donor pun turun. Kita memperoleh darah dari kegiatan harian itu, 200 hingga 300 labu. Hanya dalam kondisi tertentu bisa mendapatkan 400, untuk itu kita kerjasama dengan masjid, komunitas untuk melakukan donor di sini, untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Uke.

Oleh karena itu, kata Uke, PMI tak memiliki stok darah yang tersedia kapan saja. Pasalnya, setiap labu darah yang didapatkan langsung terpakai. “Kebutuhan itu 300-400 labu, sementara yang datang donor yang kita peroleh dengan buka 24 jam, dapat 300-400,” katanya.

Menurutnya, PMI Kota Bandung kerap mendapati anggota keluarga yang emosi lantaran tak segera mendapatkan labu darah yang dibutuhkan. Dia menilai hal itu wajar karena yang bersangkutan khawatir dan harus berpacu dengan waktu dalam aspek kedaruratan.

“Pasti ada perasaan khawatir, sehingga emosinya tinggi. Dia berpikir darah minta langsung ada, padahal tidak seperti itu. Harus ada pendonor, pendonor ada, darah harus diproses, diperiksa dulu sesuai syarat-syarat dari Permenkes, dilihat dari umur, pemeriksaan medis, lalu diproses. Itu juga membutuhkan waktu proses yang cukup lama, kalau ada stok darah, orang minta 45 menit bisa keluar, tapi sekarang minimal lima jam karena harus diproses dulu,” tutur Uke.

Ia mengatakan, keadaan ini terjadi sejak awal virus Corona merebak. Kala itu, jumlah labu darah yang didapatkan hanya berkisar 50-100 labu per harinya.

“Sekarang bahwa transfusi itu tidak bisa ditunda, maka kita harus membuat strategi bagaimana orang itu percaya bahwa PMI itu aman, bahwa prokes itu kita jalankan,” katanya.

Uke mengatakan, PMI Kota Bandung menyiapkan tempat ibadah yang layak dan takjil bagi pendonor selama bulan Ramadan untuk menambah kenyamanan pendonor. Strategi jemput bola pun dilakukan dengan bekerjasama dengan kelompok keagamaan dan komunitas.

“Kita buka pelayanan 24 jam, tadinya hanya dua shift. Karena banyak permintaan donor keluarga, tapi ada saudara dari luar kota jam 10 malam baru bisa donor. Kita layani, buka 24 jam, dan selama beberapa hari ini full sampai subuh, karena kebutuhan mulai meningkat,” tuturnya.

Menurutnya, mendonorkan darah memiliki banyak manfaat bagi tubuh salah satunya ialah meningkatkan imunitas dan membentuk sel-sel darah yang baru.

“Kenapa bisa meningkatan imunitas karena bisa membantu. kalau plasma konvalesen from zero to hero, donor pun sama. kita harus ingat pada manfaat, meningkatkan imun karena ada bahagia, yang kedua secara rutin bisa diperiksa kesehatannya, medisnya bisa setiap 3 bulan sekali,” pungkasnya.

Sumber : detik.com

Tagged as

101.1 MGTRADIO Bandung

Hanya Memainkan laGu Terbaik

Current track
TITLE
ARTIST